Minggu , 16 Desember 2018

Zaman Millenial Agama dijadikan Sebagai Alat Polarisasi Politik Untuk Mencapai Tujuan

Polarisasi agama bukan saja ada di Indonesia tetapi juga terjadi di luar negri pada masa sekarang, karena agama merupakan lahan paling empuk untuk menggiring Opini Publik.

Begitu pendapat Pengamat Politik Muda Muhammad Earvin Qushairy dalam diskusi bertajuk “Pantaskah Agama dijadikan Sebagai Alat Polarisasi Politik”di kampus Campus UMJ, Jalan KH. Ahmad Dahlan Ciputat, Selasa, (27/11).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Himapol Fisip UMJ Adlan Athori mengatakan, Kampanye Pilpres 2019 mempertaruhkan segalanya. Menurut dia, hal tersebut dimulai dari keterlibatan ulama dianggap memiliki nilai strategis yang mampu mendongkrak.

Karna itu Adlan menilai, segala macam cara dilakukan untuk merebut hati seluruh kalangan masyarakat Indonesia, salah satunya dengan menyertakan isu SARA di dalam kampanye-nya.

Sementara, Kubu Prabwo menggunakan Ijtima Ulama sedangkan kubu Joko Widodo tidak tanggung tanggung mengusung KH. Ma’ruf Amin dalam strategi politiknya. Dapat di simpulkan bawah dari ke dua kubu tersebut mengincar dan menargetkan kaum Islam sebagai pendukung terbanyak dari masing-masing kubu capres-cawapres.

Tidak hanya itu, Sekjend himapol korwil IIII, M. Sofyan juga mengungkapkan, bahwa konstelasi politik di Indonesia sekarang bisa dikatakan semakan memanas. Kontestasi Pemilihan Presiden 2019 yang tinggal beberapa bulan lagi, maka isu agama sangat rentan untuk digunakan dan berefek pada memecah belah masyarakat. (adrian)

Check Also

Right to Know Day Komisi Informasi Goes to Campus “FISIP-UMJ”

  Dalam rangka Memperingati Right to Know Day (Hari Hak untuk Tahu) Internasional, Komisi Informasi …

X