Kajian Ramadhan #2

FISIP Selenggarakan Kajian Ramadan Seri Kedua Bertema Hikmah Ramadan dalam Membangun Etos Kerja


Suasana Ruang Rapat FISIP saat Kajian Ramadhan Seri Kedua yang dihadiri langsung oleh Rektor UMJ, Dr. Ma’mun Murod, M.Si (Tengah) sekaligus mengisi kajian pada Kamis (14/04/22).

FISIP UMJ kembali menggelar Kajian Ramadan seri kedua dengan tema “Hikmah Ramadan dalam Membangun Etos Kerja”, pada Kamis pagi (14/04/22). Kajian kali ini dilaksanakan secara hybrid yang disiarkan langsung dari Ruang Rapat lantai II FISIP.

Dekan FISIP, Dr. Evi Satispi, M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa kajian ini merupakan seri kedua FISIP melaksanakan pengajian dalam Ramadhan. “Kita bisa silaturahmi di Ramadhan ini, dengan tema kajian yang luar biasa, bahwa kita ini adalah pegawai di UMJ, dosen adalah pendidik. Bagaimana kita selalu meningkatkan etos kerja di UMJ, bagaimana kita ikhlas yang diniatkan karena Allah agar berkah”, kata Evi.

Ia juga berharap agar FISIP sebagai fakultas tertua dapat memberi contoh kepada fakultas yang lain, menunjukkan bahwa dosen maupun tenaga kependidikan FISIP semua setia pada kampus UMJ.

Narasumber pada kajian kali ini adalah Rektor UMJ, Dr. Ma’mun Murod, M.Si yang langsung hadir di FISIP. Pada paparannya Ma’mun membuka dengan pernyataan bahwa sangat tertarik pada tema kajian terkait puasa dan etos kerja. “Jika kita berbicara tentang puasa pada surah Al Baqarah ayat 183-185 sesungguhnya sangat tepat menjadi pijakan untuk menjadikan puasa sebagai bekal dalam membangun etos kerja”, ucap Ma’mun.

“Kalau kita kaji lebih jauh dan kritis ada tiga nilai pokok terkait dengan puasa. Pertama, perlu ada sikap kritis dan peduli terhadap lingkungan; Kedua, puasa ada keterkaitan antara kesolehan pribadi dengan kesolehan sosial dan; Ketiga, puasa mengajarkan kita untuk inovatif, kreatif dan efisien”, lanjut Ma’mun.

Ma’mun juga menjelaskan bahwa Ramadan justru menjadi ujian awal untuk menguji etos kerja seseorang, jika etos kerja di bulan puasa meningkat, maka bisa dipastikan setelah puasa akan lebih produktif.

“Puasa juga mengandung banyak spirit yakni, lahirnya relasi spritual lebih dekat antara makhluk dengan Sang Khalik, spirit untuk menjadikan manusia menjaga relasi yang harmonis, melahirkan manusia untuk menempuh cara-cara yang halal di tempat ia bekerja, spirit kejujuran, melahirkan empati, kesetaraan dan saling menghormati serta profesionalisme kerja”, pungkasnya. (KSU/WD)